Panduan membeli tanah kavling yang perlu diketahui

Panduan membeli tanah kavling yang perlu Anda ketahui, Ada sebagian tipe dan ragam investasi yang umum ditemukan di Indonesia dan banyak ragamnya. Mulai dari mata uang asing, perhiasan, saham, deposito, obligasi, barang-barang antik, sampai properti.

Investasi tanah kavling

panduan membeli tanah kavling

Bagi Anda yang berminat berinvestasi pada bidang properti terutama secara khusus tanah, ternyata ada sebagian hal yang perlu Anda pastikan sebelum membeli. Utamanya, mengecek keaslian legalitas kavling tersebut bebas dari free, clean, dan clear.

Free Maknanya bebas sengketa, Yang mana nama pemilik cocok (sama) dengan yang tertera dalam sertifikat tanah. Clean, Maknanya tanah yang hendakAnda beli tidak sedang untuk aktivitas ekonomi lain atau ada orang lain yang menempatinya walaupun orang tersebut takmemiliki hak. Sedang clear artinya ukuran tanah tepat atau sama, seperti yang tertera dalam sertifikat, serta sesuai dengan batas-batasnya.

Berikut Panduan membeli tanah kavling yang perlu Anda ketahui Oleh anda agar tidak salah dan tertipu.

1.Lihat dan pastikan kondisinya

Pertama – tama yang mesti Anda kerjakan sebelum mempertimbangkan untuk membeli ialah menentukan kondisinya. Ini berhubungan dengan kontur dan macam tanahnya, apakah layak untuk nantinya mendirikan bangunan.
Ada baiknya membeli tanah yang posisinya tak miring, kecuali Anda benar – benar suka kontur tanah yang seperti ini seperti layaknya villa yang banyak saat ini dengan design yang unik. Aspek lain yang perlu Anda cermati yaitu air. Cek apakah debit air wilayah tanah yang hendak Anda beli gampang untuk digali atau susah.
Lokasi juga seharusnya masuk ke dalam bahan pertimbangan Anda, guna mempertimbangkan prospek properti untuk beberapa tahun kedepan. Usahakan membeli tanah memiliki lokasi strategis, dan ditunjang oleh infrastruktur yang memadai sekitar area properti.

2.Lakukan pengecekan Suratnya.

Persoalan tentang keaslian sertifikat tanah yang sering kali terjadi, umumnya karena keteledoran masyarakat sebelum pelaksanaan transaksi berjalan. Harga murah umumnya menjadi pememicu pembeli sangat mudah tergiur dan hingga lupa akan hal – hal yang lebih krusial., Hal yang perlu anda ketahui kasus yang sering kali terjadi umumnya menyangkut sertifikat bodong dan duplikasi sertifikat orisinil.

Supaya terhindar dari dua kasus membahayakantadi, ada bagusnya Anda bersama penjual mendatangi kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) setempat. Karena pada Pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997, {institusi|lembaga} ini akan mengecek keabsahan sertifikat menurut peta registrasi,surat ukur, daftar tanah dan Buku tanah yang ada di BPN. Melalui pemeriksaan ini, Anda juga dapat menemukan secara rinci keadaan lahan (tanah), baik sedang ada yangmenjaminkanya ke bank atau tidak, dan dalam perselisihan atau tidak.

3.Membikin perjanjian Akta Jual Beli (AJB)

AJB adalah perjanjian jual-beli sebagai salah satu bukti pengalihan hak atas tanah sebagai dampak dari jual-beli. AJB bisa terjadi dalam bermacam-macam bentuk kepemilikan tanah, antara lain Sertifikat Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), ataupun Girik.

Untuk menentukan keaslian AJB, penandatanganan perjanjian ini wajib melaksanakannya di hadapan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), dengan menyertakan syarat sebagai berikut:

Bagi Pihak Penjual

  • Sertifikat tanah asli (orisinil)
  • KTP suami dan istri
  • Selanjutnya jika penjual suami/istri meninggal, karenanya perlu membawa serta akta kematian
  • Bukti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 10 tahun terakhir
  • Surat persetujuan suami/istri
  • KK (Kartu Keluarga)

Bagi Pihak Pembeli

  • KTP
  • KK (Kartu Keluarga)

4.Membawa berkas ke BPN

Prapengerjaan dan penandatangan Akta Jual Beli, tahap akhir yang harus Anda lewati ialah pembeli menyerahkan berkasnya (AJB yang absah) ke BPN. Batas penyerahan berkas selambat-lambatnya yaitu 7 (tujuh) hari sesudah penandatanganan.

Penyerahan berkas ini juga ikut serta menyertakan surat permohonan balik nama dengan tanda tangan pembeli siatas materai, akta atas hak atas tanah, KTP penjual dan pembeli, bukti lunas Pph, serta bukti lunas BPHTB. Proses pemberian berkas – berkas, petugas akan membuatkan surat tanda bukti penerimaan proses balik nama.

Nama penjual yang ada dalam buku tanah dan sertifikat akan dicoret dengan tanda tangan oleh kepala kantor pertanahan. Mekanisme jual beli tanah telah selesai.

(note: dalam proses ini bila diwakilkan oleh pihak Notaris yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak apabila satu atau keduanya berhalangan)
Dapatkan informasi rumah bandung hanya di indiproperti.com